Kalau biasanya kota identik dengan gedung tinggi, jalan ramai, dan lampu malam, Derinkuyu di Cappadocia, Turki, justru punya versi “kota rahasia” di bawah kaki manusia. Bayangin aja, di bawah permukaan tanah ternyata ada lorong, kamar, tempat ibadah, gudang, kandang hewan, sampai sistem ventilasi yang dibuat untuk menopang kehidupan. Kompleks bawah tanah ini bisa mencapai sekitar 85 meter dan diperkirakan mampu menampung hingga 20.000 orang beserta hewan dan persediaan makanan.
Beberapa fakta unik tentang Derinkuyu yang bikin susah percaya:
- Bukan sekadar gua biasa. Derinkuyu merupakan permukiman bertingkat yang dipahat ke dalam batuan vulkanik lunak bernama tuff. Material ini relatif mudah digali, tetapi cukup kuat untuk membentuk ruangan dan lorong dalam skala besar.
- Punya banyak lapisan di bawah tanah. Kompleks ini diperkirakan memiliki sekitar 18 tingkat, sementara bagian yang dapat dikunjungi saat ini hanya sebagian dari keseluruhan struktur. Kedalamannya mencapai sekitar 85 meter.
- Ventilasinya bukan asal bikin lubang. Salah satu tantangan terbesar hidup jauh di bawah tanah tentu saja udara. Derinkuyu memiliki sejumlah poros ventilasi yang membantu mengalirkan udara ke bagian-bagian bawah kompleks. Secara sederhana, sistem ini bekerja seperti “paru-paru” kota agar penghuni tetap mendapatkan sirkulasi udara.
- Ada pintu batu untuk bertahan dari serangan. Beberapa lorong dapat ditutup menggunakan batu besar yang bisa digerakkan dari bagian dalam. Konsepnya simpel tetapi efektif: ketika ancaman datang dari permukaan, penghuni dapat mengisolasi akses menuju bagian dalam.
- Fungsinya benar-benar seperti tempat tinggal sementara. Di dalamnya ditemukan ruang hidup, area penyimpanan, kandang, tempat produksi, sumur, hingga kapel. Jadi, ini bukan tempat orang sekadar bersembunyi selama beberapa jam.
- Derinkuyu ternyata bukan satu-satunya. UNESCO mencatat adanya sekitar 200 permukiman bawah tanah di wilayah Cappadocia. Beberapa di antaranya bahkan diketahui memiliki keterhubungan melalui jaringan lorong.
Yang paling menarik, keberadaan kota ini berkaitan erat dengan kondisi geografis dan sejarah Cappadocia. Kawasan tersebut berada di jalur yang selama berabad-abad menghadapi perpindahan kelompok manusia, konflik, dan serangan. Karena itu, ruang bawah tanah dapat berfungsi sebagai tempat perlindungan ketika situasi di permukaan menjadi berbahaya. UNESCO juga menjelaskan bahwa kota-kota bawah tanah seperti Derinkuyu dan Kaymaklı digunakan sebagai tempat perlindungan, terutama pada periode ketika komunitas Kristen menghadapi ancaman serangan.
Penemuan Derinkuyu sendiri terdengar seperti adegan film. Pada 1963, seorang warga yang sedang merenovasi rumahnya menemukan ruang tersembunyi di balik dinding. Dari sana, terbuka akses menuju jaringan lorong dan ruangan bawah tanah yang ternyata jauh lebih besar dari dugaan. Sampai sekarang, Derinkuyu menjadi salah satu contoh paling ekstrem bagaimana manusia memanfaatkan kondisi geologi untuk menciptakan ruang hidup. Jadi, kalau kota modern berlomba membangun ke atas, orang-orang di Cappadocia pada masa lalu justru punya cara berbeda: mereka membangun ke bawah dan membuat sebuah dunia yang bisa “menghilang” dari permukaan.